Mataram — Menjelang Lebaran Topat yang digelar Sabtu (28/3/2026), Polresta Mataram menyiapkan skema penyekatan lalu lintas. Kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang hingga odong-odong dilarang melintas di wilayah kota.
Kasat Lantas Polresta Mataram, AKP Muhammad Puteh Rinaldi, menegaskan pihaknya akan memutarbalikkan kendaraan pick up maupun dump truk yang kedapatan membawa penumpang saat perayaan berlangsung.
“Kami akan putar balik setiap kendaraan bak terbuka, seperti pick up dan dump truk yang mengangkut orang saat Lebaran Topat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, kendaraan modifikasi jenis odong-odong juga dilarang beroperasi di jalan raya karena tidak memenuhi standar keselamatan.
“Odong-odong tidak memenuhi standar keselamatan. Akan kami hentikan, diberi teguran, lalu diminta kembali,” tegasnya.
Rinaldi menjelaskan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas menuju sejumlah titik perayaan.
“Penyekatan bersifat dinamis. Jika terjadi kepadatan di lokasi tujuan seperti Loang Baloq atau Makam Bintaro, arus akan kami alihkan,” katanya.
Dalam pengamanan Lebaran Topat tahun ini, total 991 personel gabungan diterjunkan. Dari unsur kepolisian, kekuatan utama berasal dari Polresta Mataram sebanyak 475 personel, dibantu BKO seperti Sat Brimob dan Dit Samapta masing-masing 93 personel, serta Dit Lantas, Dit Binmas, Dit Polair, Propam, dan Biddokes.
Selain itu, pengamanan juga melibatkan lintas instansi, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, dan Dinas Kesehatan.
Petugas disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan seperti Bundaran Jempong, Gunungsari, Loang Baloq, hingga kawasan wisata dan pemandian di Narmada. Sementara Basarnas fokus di sepanjang pesisir, dari Pantai Gading hingga Muara Meninting untuk mengantisipasi kondisi darurat.(Zal)


Komentar