Mataram — Sidang lanjutan dugaan gratifikasi di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB dengan agenda pemeriksaan saksi kembali menghadirkan fakta baru.
Abdul Rahim, politisi PDI Perjuangan, mengaku sempat ditelepon oleh pimpinan DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, untuk bertemu dengan gubernur di ruangannya guna membahas program Desa Berdaya, yang disebut sebagai program unggulan Iqbal-Dinda dalam mengentaskan kemiskinan.
Bram, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan tersebut merupakan kali pertama dirinya bertemu dengan Gubernur NTB, Muhamad Iqbal, menjelang rapat paripurna pada Mei 2025.
“Saya ketemu sekali, tempatnya menjelang paripurna bulan Mei, saat itu ditelepon ibu ketua (Baiq Isvie Rupaeda),” kata Bram saat menjelaskan tujuan pertemuan dalam sidang yang berlangsung, pada Senin (13/4/2026) malam.
Isvie kemudian meminta Bram untuk segera datang ke ruangan.
“Tolong dinda ke ruangan, kita mau pertemukan dengan Pak Gubernur,” kata Isvie melalui sambungan telepon.
Dalam pertemuan tersebut, Bram menyebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Muzihir, Wakil Ketua II Yek Agil, serta anggota DPRD Lalu Arif Rahman Hakim. Saat itu, Bram langsung menanyakan terkait program Desa Berdaya kepada Gubernur Muhamad Iqbal.
“Saya tanyakan ke gubernur, gimana program ini?” ujar Bram.
Ia menyebut, gubernur menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatifnya sebagai gubernur terpilih dan diperuntukkan bagi anggota DPRD baru yang belum memiliki program pokok pikiran (pokir).
“Program ini diperuntukkan untuk anggota DPRD baru, karena program belum ada sama sekali dilakukan oleh DPRD baru, APBD murni hanya untuk DPRD lama,” bebernya.
Bram juga mengaku sempat mempertanyakan isu adanya pembagian uang terkait program tersebut. Namun, menurutnya, gubernur tidak mengetahui hal tersebut.
“Saya pertanyakan ada yang bagi-bagi uang,” kata Bram.
“Pak gubernur jawab, saya tidak tahu,” lanjutnya.(Zal)


Komentar