Pemerintahan
Home » Berita » Pergantian Kepala BGN Tak Pengaruhi Operasional Program MBG di Daerah

Pergantian Kepala BGN Tak Pengaruhi Operasional Program MBG di Daerah

Ketua Satuan Tugas (Satgas) program Makanan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Fathul Gani saat ditemui di ruangannya. (dok: ril)

Mataram – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dipastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026).

Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani, menegaskan pergantian pimpinan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah organisasi dan menegaskan program prioritas presiden itu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Tidak berpengaruh karena posisi itu langsung terisi. Kami meyakini pergantian ini tidak terlalu berdampak pada operasional program, baik di daerah maupun di pusat. Orang boleh berganti, tetapi prinsip dan sistem organisasi tetap berjalan,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Asisten I Setda NTB itu menilai, selama ini pelaksanaan program MBG di NTB berjalan dengan baik. Komunikasi antara daerah dengan BGN juga tetep berjalan meski terjadi perubahan kepemimpinan.

300 Penari Kolosal Siap Hibur Pembukaan MTQ NTB ke-31 di Lombok Tengah

“Program nasional ini kita pastikan tetap berjalan. Sampai sekarang belum ada surat atau kebijakan yang mengubah pelaksanaannya. Beberapa SPPG juga masih melaporkan kesiapan operasionalnya seperti biasa,” jelasnya.

Fathul juga enggan berspekulasi terkait berbagai isu yang berkembang setelah pergantian Dadan, termasuk penggeledahan Kantor BGN oleh Kejaksaan Agung.

“Kita tunggu saja ke mana arahnya. Kita tidak bisa menduga-duga. Yang pasti program tetap berjalan dan komunikasi dengan pusat juga tetap berlangsung,” katanya.

Terkait berkurangnya anggaran BGN, Fathul mengakui sejauh ini belum ada petunjuk resmi terkait penyesuaian pelaksanaan program di daerah. Meski demikian, ia memastikan kualitas makanan yang diterima penerima manfaat tidak akan berkurang.

“Kalau kualitas tidak berkurang. Porsi tetap sama, untuk porsi kecil Rp13 ribu dan porsi besar Rp15 ribu. Yang sudah dilakukan saat ini adalah efisiensi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu,” tuturnya.

DPRD Dukung BPR NTB Dikonversi ke Syariah

Ia juga memastikan pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan tetap dilanjutkan sambil menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Fathul mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat memperjualbelikan lokasi atau titik pembangunan SPPG.

“Jangan percaya jual beli titik lokasi, apalagi dalam situasi seperti ini. Kalau ada informasi seperti itu, sebaiknya langsung dikonfirmasi ke koordinator wilayah karena mereka yang memegang sistem dan aplikasi,” tegasnya.

Menurut Fathul, fokus utama pelaksanaan MBG saat ini adalah memperluas jangkauan layanan, khususnya kepada ibu hamil, balita, dan anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

Ia juga menegaskan transparansi pelaksanaan program MBG terus didorong melalui berbagai kanal media sosial resmi milik masing-masing SPPG.

Tokoh Sumbawa-Lombok Akan Dikumpulkan Usai Demo PPS

“Proses pelaporan dan transparansi tetap berjalan. Informasi terkait gizi, harga, dan pelaksanaan program sudah diatur dan wajib disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan