Mataram – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII NTB resmi ditutup pada Sabtu (25/7/2026) di GOR Turida. Hasilnya, Kota Mataram menjadi jaura umum dengan dominasi yang sulit dibendung.
Kontingen ibu kota provinsi itu sukses mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut setelah mengumpulkan 200 medali emas.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan penyelenggaraan Porprov XII secara umum berjalan sukses. Dari ribuan pertandingan yang digelar, hanya terdapat beberapa insiden yang terjadi di cabang olahraga bola voli, pencak silat, BMX, dan drumband.
“Izin kami laporkan, secara umum pelaksanaan berjalan dengan baik. Ada 51 cabor dan 472 nomor pertandingan dengan lebih dari 6.000 babak pertandingan,” kata Mori saat penutupan Porprov.
Keberhasilan itu sekaligus mengantarkan Kota Mataram mencatat hat-trick juara umum Porprov. Sesuai ketentuan, piala bergilir Porprov kini resmi menjadi milik Kota Mataram setelah berhasil mempertahankan gelar selama tiga edisi berturut-turut.
“Tentunya kami mengucapkan selamat kepada Kota Mataram yang tiga kali berturut-turut berhasil mempertahankan menjadi juara umum. Piala bergilir yang akan diserahkan oleh Bapak Gubernur akan menjadi milik Kota Mataram sesuai ketentuan,” ujar Anggota DPR RI itu.
Selain mencatat prestasi olahraga, Porprov XII NTB juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Ketua DPW Nasdem NTB itu menyebut jumlah penonton sepanjang pelaksanaan mencapai lebih dari 200 ribu orang dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan melampaui Rp100 miliar. Perputaran tersebut berasal dari sektor hotel, restoran, transportasi, hingga penjualan suvenir.
Usai Porprov, KONI NTB Mori berujar akan fokus pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tahap awal yang dilakukan ialah memetakan cabang olahraga potensial, nomor pertandingan yang dipertandingkan, serta atlet-atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen NTB. KONI juga mengusulkan pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda) jangka panjang hingga PON 2028.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska mengatakan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, ofisial, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, tentu patut kita syukuri. Ini adalah keberhasilan kita semua, masyarakat Kota Mataram yang telah memberikan support,” katanya.
Meski kembali menjadi yang terbaik, Firadz memastikan pihaknya tidak akan berpuas diri. Seluruh hasil Porprov akan dievaluasi, termasuk efektivitas program Pelatda yang selama ini dijalankan.
“Apakah metode-metode pelatihan melalui Pelatda kami selama ini sudah berhasil atau tidak, tentunya ini menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan atlet yang jauh lebih mantap lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia mengatakan evaluasi sudah mulai dilakukan karena terlihat sejumlah cabang olahraga mampu melampaui target, sementara beberapa lainnya masih belum memenuhi ekspektasi. Hasil tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pembinaan menuju PON 2028.
Firadz juga mengungkapkan sejumlah atlet Kota Mataram berhasil memecahkan rekor baru, terutama di cabang renang. Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil dari pembinaan jangka panjang yang dilakukan melalui program try in dan try out di luar daerah.
“Memang ada beberapa atlet yang memecahkan rekor, salah satunya di renang. Atlet tersebut sudah kami persiapkan sejak lama melalui try in dan try out untuk mempertajam catatan waktunya,” tutupnya.
Berdasarkan hasil akhir, Kota Mataram keluar sebagai juara umum dengan torehan 200 medali emas. Posisi kedua ditempati Kabupaten Lombok Tengah dengan 117 emas, disusul Kabupaten Lombok Barat 74 emas, Kabupaten Sumbawa Barat 64 emas, Kabupaten Lombok Timur 63 emas, Kabupaten Sumbawa 54 emas, Kota Bima 45 emas, Kabupaten Dompu 44 emas, Kabupaten Bima 16 emas, dan Kabupaten Lombok Utara 15 emas. (ril)


Komentar