Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal dipastikan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Kepastian itu disampaikan Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska yang juga disebut sebagai ketua tim pemenangan Iqbal.
Firadz mengatakan, pihaknya telah menerima dukungan dari sejumlah KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga (cabor). Jumlah dukungan diklaim telah melampaui syarat pencalonan yang ditetapkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), yakni minimal 19 cabor.
“Minimal dari aturan yang sudah ditetapkan oleh TPP yaitu panitia penjaringan yaitu minimal 19 cabor. Alhamdulillah kami sudah melampaui itu, sudah jauh melampaui itu,” kata Firadz, saat ditemui awak media, Rabu (12/8/2026).
Selain dukungan dari cabor, Firadz menyebut sedikitnya tujuh KONI kabupaten/kota telah menyerahkan dokumen dukungan kepada tim Iqbal. Beberapa dukungan lainnya disebut masih dalam proses.
Sejauh ini, dukungan resmi yang telah diterima berasal dari KONI Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Kota Bima. Sementara dukungan dari Dompu dan Lombok Barat disebut masih menyusul.
Firadz mengatakan proses pendaftaran masih dibuka hingga 15 Agustus 2026. Karena itu, pihaknya belum membuka seluruh dokumen dukungan yang telah dikumpulkan.
“Insyaallah, kita tinggal tunggu tanggal mainnya karena proses pendaftaran masih dibuka hingga tanggal 15. Masih ada waktu dan insyaallah kita tunggu kabar baiknya. Kami simpan dulu, jangan semuanya kami keluarkan,” ujarnya.
Atas hal itu, Firadz memastikan Iqbal akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB sebelum pendaftaran ditutup pada 15 Agustus mendatang.
“Kita tunggu tanggal mainnya. Karena seperti tadi saya sampaikan bahwasanya masih ada beberapa waktu ke depan yang sesuai dengan tahapan-tahapan. Kita tunggu. Yang pasti sebelum penutupan insyaallah Bapak Muhammad Iqbal akan melakukan pendaftaran,” tegas Politisi Golkar itu.
Terkait klaim kandidat lain, Mori Hanafi, yang sebelumnya telah mendaftar lebih dulu dengan klaim mengantongi dukungan 37-38 cabor, Firadz menyerahkan proses verifikasi kepada TPP.
Menurutnya, dukungan yang diklaim masing-masing bakal calon nantinya akan diverifikasi panitia untuk memastikan tidak terjadi dukungan ganda.
“Ya, nanti tentunya kita menghormati itu semua. Nanti tentunya akan ada tim penjaringan yaitu TPP yang akan memverifikasi dari data dukungan-dukungan tersebut. Apakah ada dukungan yang ganda, dobel, atau bagaimana,” tuturnya.
Firadz menyebut dukungan terhadap Iqbal muncul dari keinginan pelaku olahraga agar sektor olahraga mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah. Terlebih, NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTT.
Menurutnya, posisi Iqbal sebagai gubernur dinilai dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan KONI dalam menyiapkan pelaksanaan PON sekaligus meningkatkan prestasi olahraga NTB.
“Teman-teman memiliki pandangan bahwasanya Bapak Muhammad Iqbal adalah sosok calon yang tepat untuk mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan teman-teman,” jelas Firadz.
Lebih jauh, terkait pencalonan Iqbal yang berpotensi memunculkan sorotan lantaran KONI NTB menerima hibah dari Pemprov. Jika terpilih, Iqbal akan berada pada posisi sebagai gubernur sekaligus Ketua KONI NTB.
Firadz menegaskan penentuan nominal hibah KONI tidak serta merta akan diputuskan secara personal oleh gubernur. Menurutnya, mekanisme penganggaran dan pemberian hibah tetap melibatkan lembaga terkait, terutama DPRD NTB.
“Ya, tentunya dalam memutuskan itu kan
tidak bisa juga Bapak Gubernur secara pribadi. Di sini ada Bu Ketua, ya kan. Di sini ada Bu Ketua selaku Ketua DPRD, yang tentu fungsi-fungsi yang melekat kepada dari beliau tentunya akan menjalankan fungsi-fungsi itu secara profesional,” pungkasnya.
Sebelumnya, terdapat satu calon yang telah resmi mendaftarkan diri yakni Mori Hanafi. Ia mengklaim memperoleh dukungan sekitar 37-38 cabor.
Sebagai informasi, Pendaftaran dan penyerahan berkas bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 telah dibuka sejak tanggal 5 hingga 15 Agustus 2026.
Sementara Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB yang menjadi forum pemilihan ketua baru tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Agustus 2026. (ril)


Komentar