Ekonomi
Home » Berita » Hutang Numpuk, LAZ Ancam Pangkas 30 Persen Pegawai RSUD Tripat

Hutang Numpuk, LAZ Ancam Pangkas 30 Persen Pegawai RSUD Tripat

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat menghadiri Penyerahan sertifikat tanah di Narmada, Lombok Barat. Minggu, (27/7/2025). (dok.Buk/Warta1)

Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mendesak manajemen RSUD Tripat memangkas jumlah pegawai hingga 30 persen. Hal itu harus diselesaikan paling lambat hingga akhir Desember 2025.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi di tengah beban utang rumah sakit yang masih menumpuk.

“Saya targetkan sampai Desember 2025 harus dikurangi pegawainya sampai 30 persen. Kalau tidak diindahkan, saya akan ganti manajemen RSUD Tripat,” tegas LAZ, Kamis (7/8/2025).

Langkah tegas ini diambil menyusul evaluasi keuangan RSUD Tripat yang disebut masih memiliki utang mencapai Rp13 miliar kepada pihak ketiga, sehingga membutuhkan pemangkasan untuk memperbaiki kinerja manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Manfaatkan AI dan Verifikasi Berlapis untuk Akurasi Data

“Kalau rumah sakit ini baik, tidak punya beban, dan pendapatan baik, pemangkasan tidak perlu,” ujarnya.

Menurut LAZ, pemangkasan ini juga dimaksudkan untuk menyaring hanya tenaga kerja yang benar-benar kompeten, terutama demi memastikan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan tetap terjaga.

Tak hanya itu, ia juga memperingatkan jika setelah efisiensi dilakukan masih ditemukan pelayanan buruk atau penyimpangan, maka akan ada langkah hukum yang ditempuh.

“Kalau sudah dipangkas tapi pelayanan tetap buruk, dan ada penyimpangan, saya akan bawa ke pihak berwajib,” tegas LAZ.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia (SDM) BLUD RSUD Patut Patuh Patju, Erni Suryana, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan telaah internal terhadap perintah Bupati tersebut.

Realisasi Investasi di NTB Capai Rp 18 Triliun pada Triwulan I 2026

“Saat ini kami sedang telaah dulu arahan pengurangan pegawai ini, nanti hasilnya kami laporkan ke Bupati,” jelas Erni.

Dijelaskannya, total pegawai RSUD Tripat saat ini berjumlah 854 orang, termasuk tenaga medis, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas parkir dan office boy.

Erni menyebut, pemangkasan kemungkinan besar akan difokuskan pada tenaga non-teknis, sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Bupati.

“Tenaga teknis seperti dokter dan perawat tetap dipertahankan. Yang dimaksud Pak Bupati lebih ke tenaga non-teknis,” tandasnya. (cw-buk)

Gubernur Iqbal Cairkan Rp 128 M Bantuan Keuangan Program Desa Berdaya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan