Mataram – Teka-teki kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lombok Timur akhirnya terjawab. Ruhaiman resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPC PPP Lombok Timur setelah Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, menggunakan hak vetonya.
SK tersebut diserahkan langsung oleh Muzihir didampingi Sekretaris Wilayah Sitti Ari di Kantor DPW PPP NTB, Kamis (4/6/2026). Penyerahan dilakukan serentak bersama pengurus DPC PPP kabupaten/kota lain se-NTB yang telah menuntaskan Musyawarah Cabang (Muscab).
Sebelum SK diterbitkan, pelaksanaan Muscab PPP di Lombok Timur sempat diwarnai ketegangan. Ruhaiman bersaing ketat dengan Samsul Bahri dan beberapa kandidat lain.
Dalam prosesnya, Samsul Bahri sebenarnya mengantongi suara lebih banyak. Namun, hasil tersebut ditolak oleh kubu Ruhaiman dan calon lainnya hingga memicu deadlock.
Menyikapi konflik yang berlarut-larut, Ketua DPW PPP NTB Muzihir mengambil langkah tegas. Demi mempercepat perampungan Muscab di seluruh wilayah NTB, Muzihir menggunakan hak prerogatif atau hak vetonya untuk menunjuk Ruhaiman sebagai Ketua DPC PPP Lombok Timur.
Sebagai jalan tengah untuk merangkul kembali semua pihak, Samsul Bahri yang sebelumnya menjadi rival kuat Ruhaiman, kini diakomodir dan ditetapkan sebagai Sekretaris DPC.
Usai menerima SK, Ruhaiman menegaskan bahwa riak-riak di Muscab adalah hal yang lumrah dalam demokrasi. Ia memastikan seluruh kader kini kembali solid dan siap menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Yang jelas setelah ini kami akan undang semua pengurus PAC se-Lombok Timur, kemudian seluruh pengurus yang masuk dalam SK. Kita akan konsolidasi dan tetap menjalankan roda organisasi bersama-sama,” ujar Ruhaiman kepada wartawan, Kamis (4/6).
Ruhaiman menjelaskan, komposisi kepengurusan yang baru ini sudah sangat proporsional karena mengakomodir keterwakilan wilayah selatan dan utara Lombok Timur. Anggota DPRD NTB ini pun langsung memasang target tinggi untuk Pemilu mendatang.
“Sekurang-kurangnya kita targetkan lima kursi (DPRD kabupaten). Saya melihat ada potensi tambahan kursi di beberapa dapil. Kalau mesin partai sampai tingkat kecamatan dan ranting bisa kita hidupkan, saya yakin target itu bisa dicapai,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ruhaiman juga menanggapi santai langkah politik salah satu tokoh senior PPP, TGH Hazmi Hamzar, yang memilih hengkang dan berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya, migrasi tokoh politik adalah hal yang biasa dalam iklim demokrasi saat ini. Ia optimis kepergian TGH Hazmi Hamzar tidak akan menggerus lumbung suara partai berlambang Ka’bah tersebut di Lombok Timur.
“Saya hormati keputusan politik beliau. Tapi kalau soal perjuangan partai, saya yakin PPP Lombok Timur masih kuat dan tetap memiliki basis pemilih yang loyal,” pungkasnya.(ril)


Komentar