Mataram – Pengurus Wilayah Nahdlatul ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan kiai sepuh Almukarom TGH. Turmudzi Badaruddin atau akrab disapa Tuan Guru Bagu sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) di PBNU. Usulan ini akan dibawa dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar Agustus 2026 mendatang.
Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi Tuan Guru Bagu memiliki integritas, kedalaman ilmu agama, serta ketokohan yang kuat di kalangan warga Nahdliyin, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami di PWNU dan PCNU se-NTB secara bulat mengusulkan beliau yang pertama sebagai anggota AHWA PBNU,” ujarnya, Kamis (17/6/2025).
PWNU NTB menilai pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah itu sangat layak berada di forum AHWA. Menurut Daud, posisi tersebut sangat strategis dalam menjaga arah dan marwah PBNU.
“Tidak ada keraguan lagi pada sosok beliau dalam menjaga marwah NU,” tegasnya.
Daud mengatakan setelah mengunci suara bulat dari internal NTB, PWNU NTB bergerak cepat untuk membangun komunikasi dan menggalang dukungan dari wilayah lain di Indonesia.
“Setelah ini kami akan melakukan komunikasi dengan PWNU dan PCNU se-Indonesia tentang usulan ini,” tuturnya.
Daud membeberkan secara rinci beberapa alasan utama mengapa TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin sangat layak menjadi anggota AHWA dalam Muktamar NU ke-35.
Menurut dia, secara sanad keilmuan, kuat dan jelas. Datuk Bagu menempuh pendidikan pesantren lokal di bawah bimbingan TGH Soleh Hambali Bengkel (Rois Syuriah PWNU NTB pertama) serta belajar di Makkah kepada ulama-ulama terkemuka.
Selain itu, Datuk Bagu sangat berpengalaman di NU. Datuk Bagu juga memiliki rekam jejak keterlibatan yang panjang di organisasi NU sejak tahun 1970 dan telah menempati berbagai posisi penting di lingkungan NU hingga tingkat wilayah dan pusat.
“Beliau juga ulama yang dihormati termasuk dalam lingkaran ulama sepuh yang sangat dihormati warga Nahdliyin, baik di NTB maupun secara nasional, sehingga memiliki kewibawaan moral yang kuat dalam mengambil keputusan strategis,” tegasnya.
Daud menambahkan, Datuk Bagu juga kaya berpengalaman di forum AHWA. Dia juga sangat nonsisten dan moderat. Secara rekam jejak. Datuk Bagu memiliki pengabdian yang panjang melalui Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu. Dia juga tokoh pemersatu dan berkhidmat dari bawah.
Selain itu, Daud berujar, Datuk Bagu memiliki hubungan luas dengan tokoh Nasional serta memiliki integritas dan keteladanan di NTB.
“Datuk memiliki integritas, kebijaksanaan, dan keteladanan hidup, sehingga pandangannya sangat dipercaya dalam menentukan figur pemimpin tertinggi NU yang membawa kemaslahatan bagi organisasi dan umat,” tandasnya.
Untuk diketahui, AHWA merupakan forum berisi sembilan ulama sepuh yang memiliki mandat krusial untuk menentukan jajaran kepemimpinan Syuriyah (Rais Aam) NU di tingkat pusat. (ril)


Komentar