Pemerintahan
Home » Berita » Gubernur Iqbal Temui Ribuan Buruh Sawit di Malaysia

Gubernur Iqbal Temui Ribuan Buruh Sawit di Malaysia

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menemui ribuan buruh sawit asal NTB di Pahang, Malaysia. (dok: ist)

Mataram – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menemui ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di sejumlah perkebunan kelapa sawit di Malaysia pada beberapa hari lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan di Perkebunan Krau, Pahang, dan Selangor sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja migran asal daerah itu.

Di Perkebunan Krau, Iqbal diterima jajaran manajemen FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM Malaysia. Sementara di Selangor, rombongan Pemerintah Provinsi NTB disambut manajemen perusahaan perkebunan SD Guthrie.

Dalam pertemuan tersebut, Iqbal menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk memperkuat akses pembiayaan resmi bagi calon pekerja migran melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah itu disiapkan untuk memutus ketergantungan calon PMI terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir yang kerap menjadi beban sejak sebelum keberangkatan.

Warga Gili Meno Beli Air Galon Rp3 Juta Per Bulan untuk Masak Imbas Krisis Air Bersih

“Kami ingin memastikan masyarakat NTB dapat berangkat bekerja ke luar negeri tanpa terbebani utang yang memberatkan. Lewat dukungan perbankan dan skema pembiayaan resmi, calon PMI harus bisa berangkat dengan lebih aman, terencana, dan punya masa depan lebih baik,” kata Iqbal dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).

Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu juga menyoroti persoalan pengelolaan keuangan yang masih dihadapi sebagian pekerja migran. Menurutnya, tidak sedikit PMI yang telah bekerja bertahun-tahun di luar negeri, namun belum mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya secara signifikan.

“Kami prihatin ketika ada PMI yang berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas, dan setelah bertahun-tahun bekerja, masih kembali dengan kondisi yang sama. Berangkat pakai sandal jepit, pulang pakai tas keresek. Karena itu, kami ingin mendorong budaya menabung, investasi, dan pengembangan usaha produktif,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov NTB telah menggandeng Bank NTB Syariah dalam penguatan literasi keuangan bagi PMI dan keluarganya.

Program itu diharapkan mampu mendorong para pekerja migran mengelola pendapatan secara lebih produktif serta mempersiapkan kehidupan ekonomi yang lebih baik setelah kembali ke tanah air. (ril)

Adam, Bocah 9 Tahun Dipulangkan ke Lombok Usai Orang Tuanya Meninggal di Malaysia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan