Mataram – Langkah Pemerintah Provinsi merevitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, dinilai akan menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan selatan Lombok. Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan juga menyebut, itu akan memperkuat pariwisata.
Dikatakan, Pasar Kuta Mandalika memiliki peran strategis karena berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia di NTB. Penataan pasar tersebut akan membuat wisatawan nyaman sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pedagang lokal.
“Kami dari warga selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur atas atensinya terhadap kondisi Pasar Kuta. Pasar tersebut berada di kawasan pariwisata sehingga memiliki makna yang sangat penting dalam mendukung kawasan itu,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Sudiartawan mengatakan, selain menjadi penunjang destinasi wisata Mandalika, Pasar Kuta juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih kepada kepala daerah Provinsi NTB dalam hal ini Pak Gub telah menaruh perhatiannya terhadap pasar Kuta Mandalika, disamping juga keberadaan pasar tersebut sangat strategis dalam perputaran ekonomi warga setempat,” tuturnya.
Politisi Gerindra itu berharap perhatian serupa juga diberikan kepada pasar-pasar rakyat lain yang berada di kawasan penyangga destinasi wisata di Lombok Tengah, seperti Pasar Mawun di Tumpak dan Pasar Selong Belanak.
“Harapan kami, perhatian yang sama juga diberikan kepada pasar-pasar di kawasan penyangga pariwisata seperti Pasar Mawun dan Pasar Selong Belanak karena keduanya berada di tengah kawasan wisata,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemprov NTB menggelontorkan anggaran Rp400 juta untuk merevitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Penataan itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan pedagang dan masyarakat terkait kondisi pasar yang dinilai kurang tertata dan kurang nyaman.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pembenahan tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan karakter pasar tradisional yang berada di kawasan destinasi wisata itu.
“Kita bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar tetap rapi, namun kesan tradisionalnya harus tetap terlihat karena ini berada di lokasi wisata,” kata Iqbal saat meninjau langsung progres revitalisasi pasar tersebut, Senin (27/7/2026).
Dalam peninjauannya, Iqbal meminta akses masuk pasar diperlebar agar pengunjung lebih nyaman dan seluruh lapak pedagang dapat kesempatan yang sama untuk dikunjungi pembeli.
Selain penataan fisik, Pemprov NTB Iqbal berujar juga akan membenahi tata kelola pasar agar hasil pertanian dan bahan pangan segar yang dijual pedagang dapat terserap langsung oleh sektor pariwisata di kawasan Mandalika.
“Ke depan, kita akan berkoordinasi dengan Disperindag agar tata kelola pasarnya menjadi lebih rapi. Kita ingin agar barang dagangan segar dari pasar ini bisa langsung disalurkan ke restoran-restoran maupun hotel di sekitar kawasan,” ujar Eks Dubes RI untuk Turki itu. (ril)


Komentar