Hukum & Kriminal
Home » Berita » Jaksa Temukan Dokumen PO PT Carsten Bernilai Miliaran dalam Penggeledahan Bank NTB Syariah

Jaksa Temukan Dokumen PO PT Carsten Bernilai Miliaran dalam Penggeledahan Bank NTB Syariah

Mataram – Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menemukan dokumen Purchase Order (PO) milik PT Carsten Group Indonesia (CGI) bernilai belasan miliar dalam penggeledahan di Bank NTB Syariah.

Dari dokumen yang dihimpun dalam penggeledahan yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026), penyidik menyita ribuan dokumen dari Bank NTB Syariah. Dokumen ini diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi kerja sama sponsorship antara Bank NTB Syariah dengan promotor MXGP 2023, PT Carsten Group Indonesia.

Dokumen PO digunakan untuk penyediaan seluruh fasilitas pendukung (event support) penyelenggaraan MXGP Lombok 2023.

Dokumen tersebut menunjuk CV P sebagai vendor yang ditunjuk PT Carsten untuk menyediakan berbagai kebutuhan infrastruktur dan perlengkapan penyelenggaraan ajang balap motor dunia tersebut.

Dari dokumen yang diterima media ini, PO yang diterbitkan PT Carsten Group Indonesia kepada CV P memperlihatkan secara rinci berbagai kebutuhan penyelenggaraan MXGP Lombok 2023.

Jaksa Angkut Dokumen dari Bank NTB Syariah dalam Dugaan Korupsi Dana Sponsorship

Dokumen bertanggal 16 Juni 2023 itu memuat daftar pekerjaan lengkap beserta nilai anggaran, spesifikasi pekerjaan, hingga skema pembayaran dengan total nilai mencapai Rp7.575.827.700 setelah dikenakan PPN 11 persen.

dari dokumen ini mencantumkan pembayaran dilakukan dalam empat termin masing-masing sebesar 25 persen hingga pelunasan pada 18 Juli 2023 serta ditandatangani Direktur Utama PT Carsten Group Indonesia, Abdul Ghany Kusumah.

Anggaran Paddock Tembus Rp 1,8 Miliar

Dokumen tersebut menunjukkan pekerjaan dengan nilai terbesar berada pada pembangunan paddock senilai sekitar Rp1,8 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk penyediaan tenda roder berukuran 20 x 60 meter, pembangunan partisi, pemasangan barikade sepanjang sekitar 4.000 meter, instalasi kelistrikan, pendingin ruangan, kipas industri, alat pemadam kebakaran, toilet portabel, paving block, generator, kompresor pengisian ban, hingga penyediaan drum penampung oli bekas.

Bongkar Dugaan Korupsi Sponsorship MXGP, Jaksa Geledah Kantor Bank NTB Syariah

Dari dokumen ini juga merinci jumlah meja, kursi, jenis lantai, karpet, lampu penerangan, hingga spesifikasi material konstruksi yang akan digunakan.

Selain pembangunan paddock, PT Carsten juga memesan pembangunan skybox dan pitlane dengan nilai masing-masing sekitar Rp1,07 miliar.

Dalam dokumen itu dijelaskan pembangunan struktur ringlock dua lantai lengkap dengan atap, area VVIP berkapasitas 108 orang, pemasangan televisi, instalasi listrik, meja, kursi, pencahayaan, hingga berbagai fasilitas balap seperti starting grid, ram start, presentation bridge, rigging, podium juara, sistem suara berkekuatan 20 ribu watt, serta berbagai perlengkapan penunjang lintasan lainnya.

Tak hanya itu, dokumen tersebut juga mengungkap pengadaan berbagai fasilitas pendukung lainnya, mulai dari media center senilai sekitar Rp247 juta, TV area sekitar Rp270 juta, medical area sekitar Rp137 juta, VIP Holding Roomsekitar Rp197 juta, VIP Tribune sekitar Rp718 juta, track area sekitar Rp626 juta, hingga office area.

Seluruh fasilitas itu dilengkapi pengadaan kontainer kantor, jaringan internet, mesin fotokopi, printer, pendingin ruangan, genset, ambulans tipe A, ruang medis, toilet portabel, tenda, meja, kursi, hingga kebutuhan konsumsi bagi tamu dan petugas.

Tim Hotman Paris Gagal Bebaskan Radiet di Tingkat Banding

Selain pembangunan berbagai fasilitas, PT Carsten juga menganggarkan kebutuhan operasional lainnya, seperti instalasi kelistrikan senilai sekitar Rp251 juta, pengadaan 100 unit handy talky beserta megaphone, pembangunan pagar pembatas (outer fence) senilai sekitar Rp440 juta, biaya transportasi logistik sekitar Rp587 juta menggunakan truk tronton, fuso, dan colt diesel, serta biaya manpower sekitar Rp177 juta untuk kebutuhan tenaga kerja, akomodasi, konsumsi, hingga pimpinan proyek.

Pada bagian akhir dokumen bahkan terdapat daftar pekerjaan tambahan (additional work) yang memuat permintaan baru, mulai dari penambahan kursi VIP, cool towel, cool box, tenda kafe, mesin fotokopi berbasis WiFi, tambahan instalasi listrik, hingga akomodasi tambahan bagi tim pelaksana.

Rincian pekerjaan tersebut memperlihatkan bahwa Purchase Order tidak hanya berisi daftar barang, tetapi juga menggambarkan keseluruhan kebutuhan operasional penyelenggaraan MXGP Lombok 2023, mulai dari pembangunan fasilitas utama, kebutuhan media, kelistrikan, logistik, hingga operasional tenaga kerja.

Dokumen ini disebut menjadi salah satu temuan yang akan dicocokkan penyidik dengan dokumen pembayaran, kontrak kerjasama sponsorship dalam penyidikan dugaan korupsi kerjasama sponsorship Bank NTB Syariah dengan PT Carsten Group Indonesia.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB, Zulkifli Said, membenarkan penyidik melakukan penggeledahan di kantor pusat Bank NTB Syariah.

“Iya, sudah ada penggeledahan di Bank NTB Syariah,” katanya.

Zulkifli juga membenarkan penyidik menyita dokumen dalam penggeledahan tersebut, salah satunya dokumen PO PT Carsten.

“Untuk mencari data dokumen yang kita butuhkan,” sambungnya.(zal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan