Pemerintahan Pendidikan
Home » Berita » Biaya Perbaikan Atap Kelas Ambruk SMAN 7 Mataram Diperkirakan Capai Rp400 Juta

Biaya Perbaikan Atap Kelas Ambruk SMAN 7 Mataram Diperkirakan Capai Rp400 Juta

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PU Perkim) NTB, Lalu Wijaya Kusuma. (dok: ril)

MataramPemprov NTB menghitung biaya recovery atau perbaikan atap dua ruang kelas dan satu perpustakaan yang ambruk di SMAN 7 Mataram pada Selasa siang (19/5/2026). Peristiwa nahas itu menyebabkan empat siswa mengalami luka ringan dan syok.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU Perkim) NTB, Lalu Wijaya Kusuma mengatakan estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki dua ruang kelas dan satu perpustakaan tersebut mencapai sekitar Rp400 juta.

Angka tersebut Wijaya berujar berdasarkan hasil identifikasi awal di lokasi kejadian.

“Kita tidak menghitung kerugian. Itu masuk kategori rusak ringan. Tapi kalau atap rusak kan sama artinya tidak bisa terpakai. Inilah yang akan kita recovery dalam waktu dekat,” kata Wijaya di Kantor Gubernur NTB, Rabu (20/5/2026).

Terkait kapan akan diperbaiki, Wijaya menuturkan pihaknya hanya menunggu surat resmi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Namun surat itu saat ini belum diterima.

Puluhan Tahun Reot, Rumah Rohamin Akhirnya Diperbaiki Kementerian PKP

“Ini sebenarnya akan dimasukkan usulan dan sudah dimasukkan usulan. Karena masih usulan dan sekolah sudah dapat bantuan, ya harus menunggu perbaikan berikutnya,” ungkapnya.

Wijaya menjelaskan, bangunan yang ambruk merupakan gedung lama yang telah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi material rangka atap juga dinilai sudah lapuk dan tidak lagi kuat menopang beban bangunan.

“Ya hasil identifikasi awal kami memang kondisinya sudah cukup lama. Material rangka atapnya juga sudah cukup lama,” ujarnya.

Selain faktor usia bangunan, beban atap yang menggunakan genteng beton disebut ikut memperparah kondisi struktur bangunan hingga akhirnya roboh secara tiba-tiba.

“Itu kan gentengnya genteng beton, itu kan berat,” ucapnya.

Pemprov NTB Cairkan Pesangon Honorer yang Dirumahkan

Saat ini area bangunan yang ambruk masih dipasangi garis polisi untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Pemprov NTB lanjut Wijaya belum melakukan pembersihan reruntuhan sebelum proses pemeriksaan tersebut selesai.

“Selesai dulu dari kepolisian, setelah itu baru nanti kami lakukan pembersihan biar aman. Karena khawatirnya sisa-sisa di atas juga nanti akan membahayakan,” tegas Wijaya.

Pemprov NTB juga memastikan proses belajar mengajar di SMAN 7 Mataram tetap berjalan normal dengan memanfaatkan ruang kelas milik siswa kelas 12 yang sudah tidak digunakan.

“Kami pastikan juga proses belajar-mengajarnya kembali normal. Karena ada ruang untuk kelas 12 sudah tidak belajar lagi itu yang digunakan sementara,” tuturnya.

DPRD Minta Seluruh Bangunan Sekolah di NTB Dievaluasi Pasca Atap Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk

Lebih jauh akibat kejadian itu, Wijaya menuturkan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan sekolah lain di NTB sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, terutama bangunan sekolah yang sudah berusia tua dan rawan mengalami kerusakan. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan