Pemerintahan
Home » Berita » Malaysia-NTB Garap Pasar Strategis B2B Roadshow, Perkuat Bidang Pariwisata dan Pendidikan

Malaysia-NTB Garap Pasar Strategis B2B Roadshow, Perkuat Bidang Pariwisata dan Pendidikan

MataramMalaysia Tourism Showcase Business-to-Business (B2B) Roadshow di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau Lombok menjadi kota penutup dari rangkaian promosi strategis di lima kota besar Indonesia setelah sebelumnya hadir di Serang, Bandung, Jayapura, dan Malang untuk menyongsong Visit Malaysia 2026–2027.

Kerjasama ini tidak hanya berfokus pada dorongan sektor pariwisata secara umum, tetapi juga mengintegrasikan sektor pendidikan tinggi lewat konsep edu tourism.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menegaskan bahwa NTB, khususnya Lombok, memiliki posisi yang sangat penting dalam pemetaan pasar pariwisata Malaysia.

“Lombok merupakan salah satu pasar paling penting bagi kami. Roadshow B2B ini, kami ingin memperkuat jaringan kerja sama dengan pelaku industri di sini sekaligus membuka peluang bisnis yang saling menguntungkan,” ujar Hairi di Mataram, Kamis (30/7/2026).

Hairi menambahkan, Malaysia menargetkan kedatangan 4,7 juta wisatawan internasional tahun 2026 dengan estimasi pendapatan mencapai 329 miliar ringgit (Rp 1,4 triliun) selama Visit Malaysia 2026-2027.

Pemprov NTB Gelontorkan Rp1 Miliar Perbaiki Jalan Depan RSUD Sering Sumbawa

Target besar ini didukung oleh lebih dari 320 agenda festival serta konektivitas udara yang masif mencapai lebih dari 660 penerbangan langsung per minggu antara Indonesia dan Malaysia.

Hairi menegaskan selain destinasi populer seperti Kuala Lumpur, Genting Highlands, Melaka, dan Penang, Malaysia kini gencar memperkenalkan destinasi wisata baru seperti Kota Bharu di Kelantan yang menawarkan pantai dan kebudayaan unik, serta wisata alam, belanja, dan kehidupan malam di Sabah dan Sarawak seperti Kota Kinabalu dan Kuching.

Direktur Education Malaysia Indonesia, Hasnul Faizal bin Hushin Amri, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan penyumbang mahasiswa asing terbesar kedua di Malaysia dengan jumlah mencapai 9.455 pelajar.

Mengusung prinsip 3T (Teragui, Terjangkau, dan Terdekat), Education Malaysia bersama Tourism Malaysia memperkenalkan sekitar 200 paket program edu tourism hasil kolaborasi berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Malaysia.

“Kami menawarkan program wisata sambil belajar. Melalui B2B ini, para agen travel dan asosiasi di NTB dapat melihat langsung tawaran program edukasi yang terakreditasi, berbiaya terjangkau, dan memiliki jarak geografis yang sangat dekat,” jelas Hasnul.

Kementerian PU Siapkan Rp60 Miliar untuk Tahap Awal Proyek Bypass Lembar-Kayangan

Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB, Sellywati mengatakan seluruh pelaku industri pariwisata di Bumi Gora bakal memanfaatkan momentum untuk promosi timbal balik pariwisata NTB ke Malaysia.

Dia mengungkapkan bahwa turis asal Malaysia sangat menggemari destinasi alam di NTB, terutama Gunung Rinjani. Pihaknya juga bersiap melakukan aksi balasan ke Malaysia dalam waktu dekat.

“Bulan September kami akan ke Malaysia memanfaatkan momen MATTA Fair pada 4–6 September untuk menjual paket event MotoGP. Selain itu, kami juga menyiapkan event Rinjani Travel Mart pada 13–15 Oktober mendatang,” ungkap Sellywati.

Wakil Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB, Alifatul Fajriah, menyoroti potensi besar pada sektor Edu Tourism dan keberlanjutan program pertukaran mahasiswa antara Malaysia dan NTB.

“Kami sangat mengharapkan student exchange program yang sebelumnya pernah berjalan seperti antara Universitas Mataram dan universitas di Malaysia dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Soroti Kericuhan Porprov NTB, Lalu Hadrian: Tolong Jangan Ada Bumbu Politik

Dia juga berharap dengan adanya akses penerbangan Lombok ke Malaysia bisa ditambah. Hal ini bisa menambah potensi kerjasama kedua daerah semakin diperkuat.

“Ke Malaysia ini kan dekat. Termasuk yang paling banyak penerbangan ke Indonesia. Jadi ini sangat memungkinkan bisa memperkuat kerjasama lintas sektor,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan