Mataram – Proses seleksi calon Kepala Sekolah jenjang pendidikan SMA, SMK, dan SLB tahun 2026 yang berada di bawah kewenangan Pemprov NTB belum bisa dituntaskan sesuai target.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB masih menunda tahapan seleksi tersebut, lantaran fokus menyelesaikan penerimaan murid baru atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kepala Dikpora NTB, Samsul Hadi, mengatakan penyelesaian SPMB menjadi prioritas agar tidak mengganggu jalannya tahun ajaran baru. Karena itu, tahapan seleksi kepala sekolah yang sebelumnya ditargetkan rampung pada April harus menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Belum, masih kita menunggu SPMB tuntas dulu ya, sistem penerimaan murid baru. Jadi itu, jadi belum ada info seperti apa nanti, tapi itu kita rencanakan itu tuntas dulu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/4/2026).
Seleksi ini sejatinya dilakukan untuk mengisi 37 jabatan kepala sekolah yang saat ini masih kosong. Selama proses belum selesai, posisi tersebut sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt) agar operasional sekolah tetap berjalan.
“Yang sementara yang sekarang seperti yang sekarang dulu, nanti kita tunggu hasil seleksinya baru kita tempatkan,” kata Samsul.
Diketahui, proses seleksi kepala sekolah tahun ini menggunakan sistem digital melalui aplikasi KSPS atau Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah milik Kemendikbudristek yang terintegrasi dengan BKN.
Sistem ini dirancang untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel.
Tahapan seleksi sendiri telah berjalan hingga uji kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sebanyak 363 peserta yang dinyatakan lolos administrasi telah mengikuti tes tersebut pada 26-27 Maret 2026 lalu di Kantor BKD NTB.
Selanjutnya, peserta dijadwalkan mengikuti tahapan wawancara sebelum penetapan akhir. Namun, tahapan ini masih tertunda menunggu rampungnya SPMB.
Meski terjadi penyesuaian jadwal, Samsul memastikan tidak ada gangguan terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah. Penundaan dilakukan semata untuk menjaga stabilitas penyelenggaraan pendidikan di masa transisi tahun ajaran baru.
“Target bisa saja awalnya begitu, tapi kan situasi dan kondisi. Kita tuntaskan dulu tahun ajaran ini, baru nanti diisi dengan yang baru,” tukasnya.
Di sisi lain, ia juga menegaskan komitmen Dikpora NTB dalam menjaga integritas selama proses SPMB, termasuk mencegah praktik titipan siswa. Seluruh sekolah diminta berpedoman teguh pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan, dengan sanksi tegas jika ditemukan adanya pelanggaran.
“Semua sekolah harus menjalankan sesuai dengan regulasi petunjuk teknis yang sudah kita tanda tangani,” tandasnya. (ril)


Komentar