Mataram – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menyebut Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu mitra strategis Malaysia dalam penataan dan penempatan tenaga kerja migran yang lebih profesional, juga untuk pengembangan investasi energi hijau dan pariwisata.
Hal itu disampaikan pada forum NTB Investment Economic Engagement yang mempertemukan Pemerintah Provinsi NTB dengan investor, pelaku usaha, dan lembaga keuangan Malaysia di Kuala Lumpur, beberapa hari lalu.
Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato Mohammad Iman Hascarya, menilai NTB telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia dengan arah pembangunan yang jelas dan berkelanjutan.
“Hari ini kami tidak hanya memperkenalkan potensi NTB kepada Bapak dan Ibu sekalian, tetapi kami memperkenalkan masa depan NTB, sebuah provinsi yang berkembang sangat pesat dan memiliki visi pembangunan yang jelas serta berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, transformasi ekonomi NTB tidak lagi hanya bergantung pada sektor pariwisata. Bumi Gora juga disebut mulai mengembangkan berbagai sektor strategis, termasuk industri halal, ekonomi syariah, dan investasi ramah lingkungan yang dinilai memiliki prospek besar di masa depan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi, KBRI Kuala Lumpur memperkenalkan inisiatif pembentukan NTB Capital yang dirancang menjadi penghubung antara pemerintah daerah dengan investor.
Selain investasi, penguatan sektor ketenagakerjaan juga digodok. Iman Hascarya menilai transformasi pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB perlu diarahkan pada sistem yang lebih profesional, kompetitif, dan tersertifikasi secara global.
Sementara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Pemprov NTB saat ini tengah mendorong penerapan skema zero cost bagi calon PMI agar terbebas dari praktik pembiayaan yang memberatkan.
“Kami ingin memastikan para PMI asal NTB berangkat melalui skema yang benar-benar zero cost. Tidak boleh lagi ada beban biaya yang memberatkan,” tegasnya.
Untuk merealisasikan skema tersebut, Pemprov NTB bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dan lembaga keuangan di Malaysia guna menciptakan sistem pembiayaan keberangkatan yang transparan, aman, dan terhindar dari praktik pinjaman ilegal.
Bank NTB Syariah juga telah mengantongi izin resmi untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI sebagai salah satu instrumen pembiayaan legal bagi pekerja migran.
Di hadapan para investor Malaysia, Iqbal menawarkan potensi besar energi terbarukan yang dimiliki NTB. Potensi tersebut mencakup energi surya, mikrohidro, hingga energi arus laut yang dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendukung agenda transisi energi.
“Masa depan NTB sangat cerah. Pertumbuhan ekonomi kami tidak hanya ditopang sektor pertambangan, tetapi pariwisata, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, dan energi terbarukan. Kami mengundang investor Malaysia untuk tumbuh bersama NTB,” pungkasnya. (ril)


Komentar