Pemerintahan
Home » Berita » BPR NTB Raup Rp 53 Miliar Laba Bersih di 2025, Sambirang: Kinerja Baik!

BPR NTB Raup Rp 53 Miliar Laba Bersih di 2025, Sambirang: Kinerja Baik!

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi saat ditemui di Kantor Gubernur NTB. (dok: ril)

Mataram – Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov NTB yakni PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) (Perseroda) menunjukkan capain positif sepanjang tahun 2025, jauh meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal ini tercermin dari aset yang bertumbuh 12,28 persen, yakni dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,22 triliun. Kemudian terjadi peningkatan penyaluran kredit, dari Rp 989 miliar di tahun 2024 menjadi Rp 1,08 triliun. Naik 9,08 persen di tahun 2025.

Tak hanya itu, BPR NTB juga mencatat laba bersih yang naik signifikan, angkanya mencapai Rp 53,9 miliar. Melonjak 52,64 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp 35,778 miliar.

Angka tersebut diketahui setelah Pemprov NTB menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025 kepada DPRD NTB. Kemudian dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Komisi III bersama seluruh BUMD milik Pemprov NTB.

Ketua Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan perbankan dan keuangan, Sambirang Ahmadi, menyampaikan apresiasi atas kinerja BPR NTB pada 2025 yang tergolong baik. Terutama kepada jajaran direksi baru agar dapat meningkatkan capaian tersebut di tahun 2026 ini.

Kinerja Bank NTB Syariah 2025, Simpanan Rp14 Triliun Didominasi Dana Pemda

“Kinerja PT BPR NTB tahun 2025 relatif baik. Aset perusahaan tumbuh 12,28 persen dari Rp1,08 triliun menjadi Rp1,22 triliun, penyaluran kredit meningkat 9,08 persen,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Peningkatan laba tersebut berdampak pada kenaikan dividen yang disetorkan kepada Pemprov NTB. Pada 2025, dividen tercatat sebesar Rp15,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp9,7 miliar.

Meski demikian, Sambirang mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih berada di atas ambang batas sehat.

Ia mencatat NPL gross BPR NTB berada di angka 14,35 persen dan NPL net sekitar 8 persen, masih di atas standar ideal 5 persen.

“NPL gross masih tinggi, net 8 persen masih di atas batas sehat 5 persen,” tegasnya.

31 Titik Jalan Rusak di NTB, Pemprov Klaim Minim Anggaran Perbaikan

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap rencana percepatan konversi BPR NTB menjadi bank berbasis syariah, agar sejalan dengan Bank NTB Syariah serta memperkuat ekosistem keuangan syariah di daerah.

Selain itu, kesiapan konversi syariah juga dinilai perlu dimatangkan melalui pembentukan tim yang kompeten.

“Saya mendukung percepatan konversi BPR NTB menjadi BPR Syariah, agar sejalan dengan Bank NTB Syariah dan memperkuat ekosistem keuangan syariah di NTB. Pastikan kesiapan konversi syariah dengan membentuk tim yang benar2 kompeten,” tuturnya.

Maka dari itu, kedepan ia berharap jajaran direksi yang baru dapat fokus pada sejumlah langkah strategis, mulai dari menurunkan NPL secara signifikan, memperbaiki kualitas kredit, memperkuat penghimpunan dana, hingga meningkatkan efisiensi operasional.

“Harapan kami kepada direksi baru yakni turunkan NPL secara signifikan, perbaiki kualitas kredit, perkuat penghimpunan dana, dan tingkatkan efisiensi,” tandasnya. (ril)

Pemprov NTB Mulai Cemas Menjelang Berakhirnya Izin Ekspor PT AMNT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan